Info Pesantren
Monday, 08 Aug 2022
  • Selamat Datang di Website kami

MAT DTI Kunjungi 3 Universitas Aceh, Ustad Alfin: khusus santri hafal 30 Juz dapat beasiswa

MAT DTI Kunjungi 3 Universitas Aceh, Ustad Alfin: khusus santri hafal 30 Juz dapat beasiswa

 

Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (DTI) melaksanakan kunjungan ke beberapa Perguruan Tinggi di Aceh, kegiatan ini digelar kemarin. (03/02/2022)

Kepala MAT Ustadz Alfin Nur, Lc menyampaikan kegiatan ini merupakan terobosan baru dari MAT DTI guna memperkenalkan dunia perkampusan dari setiap fakultas terbaik yang mereka tawarkan kepada santri akhir kelas 3. 

“Semoga dengan melihat dan memperhatikan secara langsung suasana perkuliahan dapat memicu semangat mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang setelahnya sesuai dengan keinginan dan potensi yang ada pada diri mereka masing-masing”, ungkap Ustad Alfin.

Dalam hal ini Ustad Alfin juga mengatakan Perguruan Tinggi yang dikunjungi yakni UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala dan Universitas Bina Bangsa Getsempena.

“Ketiga kampus terbaik ini menyambut para santri dengan ramah dan sangat antusias dalam menjelaskan kurikulum dan prestasi instansi tersebut”, jelasnya

disamping itu juga, ustad alfin juga mengapresasi kampus yang memberikan beasiswa khusus untuk para santri Ma’had Daarut Tahfizh.

“Setiap santri yang sudah selesai menghafal Al-Quran 30 Juz, akan diberikan beasiswa selama berjalan pendidikan jenjang strata satu (S1)”, kata Kepala MAT.

Mudir MDTI Ustad Zulfikar, M. Ag juga mengapresiasi program yang dilaksanakan pihak MAT DTI, karena hal ini mengundang motivasi para santri untuk melanjutkan pendidikan mereka ke Perguruan Tinggi.

“Biarkan para hafidz-hafidz muda ini tersebar kemana-mana, baik di dalam Negeri maupun luar Negeri asalkan tetap menjaga hafalan dimanapun mereka berada”, jelas Ust Zul.

di dalam penjelasannya ustad Zul juga mengatakan ada beberapa alumni MDTI yang sudah menjadi ASN, Polri bahkan juga melanjutkan pendidikan ke Luar Negeri.

“Jadi MDTI tidak membatasi kemana saja para alumni ingin melanjutkan karir mereka, asalkan kelimuan Qur’an mereka tetap dijaga dengan keistiqamahan”, tutup Mudir Ma’had.