Info Pesantren
Selasa, 25 Jun 2024
  • Selamat Datang di Website kami

Tradisi Ma’had Daarut Tahfizh Al – Ikhlas Shalat Tarawih 1,5 Juz Semalam

Diterbitkan : - Kategori : BERITA UMUM

Aceh Besar – Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas kembali menggelar salat tarawih dengan bacaan 1,5 juz Al-Quran semalam pada Ramadan tahun ini. Tradisi ini tetap dipertahankan setiap tahunnya.

Koordinator Program Daurah Ramadhan Ust. Bustaman Al Hafizh yang juga bertindak menjadi Imam tarawih menyampaikan bahwa setiap tahun di Ma’had Daarut Tahfizh Al – Ikhlas selalu mengadakan Daurah Ramadhan disertai dengan tarawih 1,5 juz semalam. 1,5 juz tersebut dibaca oleh Imam dalam shalat isya dan shalat tarawih sebanyak 20 raka’at.

“Ma’had Daarut Tahfizh Al – Ikhlas tidak mau melewatkan momen ramadhan ini dengan begitu saja. Maka dibuatlah program Daurah Ramadhan.” Ucap Ust. Bustaman

Santri Ma’had yang ikut kegiatan daurah tinggal di asrama mulai dari 1 ramadhan sampai 20 ramadhan. para santri fokus murajaah dan melancarkan hafalannya yang telah dihafal. Kemudian di malam harinya diadakan shalat tarawih dengan membaca 1,5 juz Al-Qur’an setiap malamnya.

Jamaah tarawih di Ma’had Daarut Tahfizh Al – Ikhlas tidak hanya santri saja, tapi terbuka juga untuk umum. Terlihat dari malam pertama shalat tarawih sampai tadi malam malam ( malam ke 8) warga yang tinggal di sekitar Mushola Ma’had datang mengikuti shalat tarawih. Mereka datang karena tertarik untuk mendengarkan bacaan para imam hafizh saat shalat tarawih berlangsung.

Shalat Tarawih tersebut dilaksanakan di dua tempat yaitu di Mushola Ma’had Daarut Tahfizh program Reguler dan Mushola Ma’had Daarut Tahfizh program Intensif. Shalat Tarawih mulai berlangsung sekitar jam 8 dan selesai jam 10 malam yang diimami langsung oleh para ustadz hafizh.

Program ini bertujuan untuk mengisi kegiatan Ramadhan dan memberi ruang kepada para hafizh di Ma’had Daarut Tahfizh Al – Ikhlas untuk menjaga hafalan Qur’annya dalam shalat.

Menjaga hafalan Al – Qur’an dalam shalat tantangannya lebih besar dari pada simaan atau murajaah biasa. Sebab, para hafidz harus lebih berkonsentrasi. Ketika diluar shalat, dia bisa saja membuka Al – Qur’an sendiri ketika lupa. Sementara kalau dalam shalat gimana mau buka Al – Qur’an.

Semoga dengan istiqamah mengamalkan membaca Al-Quran ini kami semua menjadi umat yang terbaik di sisi Allah Swt, tutup Ust. Bustaman

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar