Dalam Seminggu, 4 Santri Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Khatam Hafal 30 Juz Al-Qur’an

Dalam Seminggu, 4 Santri Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Khatam Hafal 30 Juz Al-Qur’an

 

Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas menggelar acara khatam hafal Qur’an di dua lokasi berbeda yang khusus putra di Mushala Ma’had DTI Reguler komplek villa buana gardenia dan tiga santri putri di Ma’had DTI Intensif putri. Aceh Besar (8/11/2021)

Acara khatam Muhammad Fandy Ramadhan

Mudir MDTI Ustad Zulfikar menyampaikan apresiasi kepada santri yang sudah menuntaskan hafalan mereka sebanyak 30 Juz.

“Dalam waktu sangat berdekatan ada beberapa santri yang sudah menyelesaikan 30 Juz Al Qur’an dan nantinya mereka juga didaftarkan untuk mengikuti syahadah 30 Juz”, kata Ust. Zul.

Dalam hal ini Ustad Zul juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pada tenaga pengajar, ustadz/ustadzah yang sudah berjuang dalam membantu para santri untuk menyelesaikan hafalan mereka.

“Ini bukan perkara yang mudah dalam membimbing anak-anak menghafal Qur’an, sudah pasti  ada pengorbanan dan perjuangan yang tinggi untuk membimbing mereka”, lanjut Ust. Zul.

Disamping itu Ust. Zul juga berpesan dakwah bagi para ustadz dan uztadzah ini layaknya lautan.

“Karena dakwah untuk Al-Qur’an ini seperti tidak akan ada tepinya bahkan tidak tahu ujungnya, kapankah kita berhenti ketika nyawa sudah berpisah dengan badan”, pesan Ust. Zul.

Dalam hal ini Mudir MDTI ini juga berharap tetaplah ikhlas dan sabar dalam berjuang untuk mendidik para santri dalam menghafal Al Qur’an.

“Allah tidak pernah tidur, Allah akan melihat bagaimana usaha kita dalam untuk meraih keridhaanNya”, tutup Mudir MDTI.

Wadir MDTI Ustad Satrya Andheki mengatakan santri yang khatam dalam minggu ini yakni Muhammad Fandy Ramadhan, Dinda Zuhra Mujahidah, Taqiyyah dan Zata dini Aqilah.

“Fandy adalah santri MDTI pogram reguler dan 3 santriwati lainnya mengikuti program intensif”, kata Ust. Satrya

Dalam sambutannya Ustad. Satrya mengucapkan selamat kepada para santri yang telah khatam hafal Qur’an 30 Juz.

“Ini adalah hadiah terbesar bagi orang tua, kelak di surga kedua orang tua dari anak-anak yang menghafal Qur’an akan diberikan mahkota khusus yang terangnya layaknya sinar matahari”, jelas Ustad Satrya.

Ustad Satrya juga menyampaikan amanah kepada para santri untuk selalu menjaga hafalan yang sudah terhafal, karena cobaan dan ujian bagi para penghafal Qur’an itu berbeda.

“Tetap muraja’ah hafalan dan selalu dalam lingkungan yang didalamnya bernuansa Al-Qur’an, insyaAllah hafalan yang sudah terhafal akan selalu terjaga”, ungkap Ustad Satrya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *