Gibran Santri MDTI, Hafal Qur’an Selama 9 Bulan

Gibran Santri MDTI, Hafal Qur’an Selama 9 Bulan

Salah satu santri Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas (MDTI) yang bernama Gibran khatam hafal Al Quran 30 juz selama 9 Bulan, acara khataman dilaksanakan di Mushala MDTI Intensif Putra Ajuen. Aceh  Besar (28/10/2021)

Mudir MDTI Ustadz. H. Zulfikar M. Ag dalam sambutannya menyampaikan Gibran adalah murid MTsT Daarut Tahfizh yang sedang menjalani program 30 Juz di asrama intensif putra.

“Gibran juga termasuk santri yang cepat menghafal Qur’an dengan waktu 9 bulan lamanya”, kata Ustad. Zul

Hal ini juga patut diapresiasikan kepada para Ustadz yang telah membimbing dan memberi ilmu kepada para santri bagaimana menghafal Al-Quran secara tepat dan benar.

Dalam sambutannya Ustadz Zul juga mengatakan banyak santri-santri ma’had yang sudah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an dengan waktu yang teramat singkat.

“Contohnya tahun ajaran yang lalu ada beberapa santri yang menyelesaikan hafalan 30 Juz dalam jangka waktu 6 bulan saja, prestasi semua ini tidak lain adalah atas izin Allah SWT”, ungkap Ustad Zul.

Di akhir sambutannya, Ustad Zul berpesan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini ketika kita dekat dengan Al-Qur’an jadi tetap semangat dalam memperjuangkannya.

“Memang butuh pengorbanan yang teramat sangat bagi para santri, tapi ingatlah usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil”, jelas Mudir Ma’had MDTI ini.

Wakil Mudir MDTI Ustadz. Munawir menyebutkan nantinya santri-santri yang sudah selesai menghafal Al Qur’an akan dipersiapkan syahadah 30 juz untuk Tahun Ajaran 2021/2022.

“Jumlah sementara yang sudah mendaftar syahadah yakni 30 santri dan akan bertambah lagi beberapa santri yang baru menyelesaikan hafalannya”, kata Ustad Munawir

Disamping itu Ustad Munawir juga berharap kepada para santri untuk selalu tekun dan yakin dalam menghafal Qur’an, tetaplah istiqamah dalam memperjuagkannya.

“Selasai hafalan 30 Juz Al Qur’an dan turut disaksikan oleh kedua orang tua, ini adalah suatu hadiah untuk mereka yang bahagianya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata”, jelas Ust Muna.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *